Rabu, 26 Maret 2014

Penemuan Virus Terbesar

Virus terbesar dibumi Ilmuwan di bumi telah menemukan virus terbaru yang dianggapsebagai virus terbesar yang pernah dilihat di bumi.virus yang disebut Pandora ini berukuran sebesar micrometer, sekitar sepuluh kal dari ukuran virus lain. Dilansir dailymail, Pandora virus itu hanya hidup dialam air, dan untungnya tidak beresiko bagi manusia. Peneliti menemukan di lepas pantai chili dan kolam di Australia. Keunikan lain hanya enam persen dari gen Pandoravirus yang memiliki gen yang pernah terlihat di bumi. Hal itu membuat peneliti meyakini virus itu berasal dari zaman kuno atau berasal dari planet lain, misalnya mars. Peneliti yakin virus itu bias membuka berbagai rahasia tentang sejarah kehidupan di bumi. “kami yakin Pandoravirus baru ini telah muncul dari sel leluhur baru yang tidak ada di bumi.”jelas penemu virus, Dr jean Michel claverie dari Aix-Marseille University, Perancis. Soal ukuran, sebagai banyak gambaran virus tradisional sekitar 10 sampai 500 nanometer. Sementara Pandora virus berukuran 1.000 nanometer dalam ukuran nanometer. Dr Claverie menambahkan, awalnya ia berpikir andora virus merupakan jenos bakteri kecil, karena ukuran virus yang besar dan memiliki bentuk yang tak teratur yang biasanya terkait dengan virus lain. Setelah mengidentifikasikan tanda-tanda Pandora virus didalam air laut, Dr Claverie bersama timnya berburu beberapa virus besar. Tim juga mengambil sempel sedimen dari pantai dekat Chili dan kolam di Australia. Kemudian sampel dikirim ke laboratorium dan sampel dilarutkan pada larutan antibiotik untuk membunuh kehadiran bakteri pada sampel. Sampel yang telah jadi bakteri itu kemudian tersingkap jadi amuba dan kemudian melahirkan Pandoravirus yang berjumlah besar. Saat mempelajarinya, tim peeliti menemukan Pandora virus memiliki ukuran kode genetic dua kali dari Megavirus, viru dengan ukuran 440 nanometer dan merupakan virus terbesar yang telah ditemukan sebelumnya. Peneliti belum mengetahui mengapa bentuk sel menjadi virus. Namun peneliti berspekulasi itu bias terjadi karena evolusi sebagai strategi bertahan hidup. Kemingkinan lain, genom yang tak lazim pada virus itu bisa berkembang sebagai dari akibat pengangkutan material genetic dari dari pusatnya. Temuan virus ini telah diterbitkan dalam jurnal Science.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar